About Me

header ads

001 Extra Bahasan | WFO & Efek Recency dalam Pikiran Bawah Sadar

Ruang Advanved - Extra Bahasan 001

Brebes, 13 Maret 2025 | Dalam sesi diskusi Kelompok Belajar (Pokjar) Advanced Hypnotherapy Maret 2025, muncul pertanyaan menarik dari Mukhibudin T., salah satu peserta, terkait Materi 005 – Well-Formed Outcome (WFO).

Pertanyaan ini ditanyakan dalam grup belajar khusus alumni, yang semakin aktif seiring hadirnya portal pembelajaran online Ruang Advanced, tempat alumni dapat mengakses materi, berdiskusi, dan memperdalam pemahaman mereka mengenai teknik hipnoterapi.


🔹 Pertanyaan dari Mukhibudin T.

"Guru... mau diskusi WFO point 1 🤭, ‘Saya ingin merasa tenang dan percaya diri.’
Apakah di unconscious mind kata-kata terakhir yang paling sering direkam?
Seperti anak-anak yang diberi dua pilihan, maka mereka cenderung memilih yang terakhir, meskipun urutannya diubah. Apakah hanya kata terakhir yang terekam di bawah sadar, Guru?"

Pertanyaan ini sangat menarik dan membuka diskusi lebih dalam mengenai cara kerja pikiran bawah sadar dan teknik penyusunan outcome yang efektif dalam hipnoterapi.


🔹 Well-Formed Outcome (WFO) dan Mengapa Harus Menggunakan Kalimat Positif?

Pada Materi 005 – WFO, khususnya poin pertama, dijelaskan bahwa outcome harus dinyatakan dalam kalimat positif, bukan negatif.

Contoh salah: "Saya tidak ingin cemas."
Contoh benar: "Saya ingin merasa tenang dan percaya diri."

Alasan utama:

🔹 Pikiran bawah sadar lebih fokus pada makna dan emosi, bukan kata-kata spesifik.
🔹 Menggunakan kata negatif seperti "tidak cemas" tetap akan mengaktifkan memori tentang kecemasan.
🔹 Dengan menyatakan tujuan dalam bentuk positif, pikiran lebih mudah menangkap dan mewujudkan keadaan tersebut.

Misalnya, dalam sesi terapi:

❌ Klien berkata: "Saya tidak mau marah lagi."
✅ Terapis membimbing: "Saya ingin lebih sabar dan tenang dalam menghadapi situasi apa pun."

❌ Klien berkata: "Saya tidak mau gelisah lagi."
✅ Terapis membimbing: "Saya ingin merasa damai dan bahagia setiap hari."

Dengan pendekatan ini, klien lebih fokus pada solusi daripada sekadar menghindari masalah.


🔹 Apakah Pikiran Bawah Sadar Selalu Merekam Kata Terakhir?

Jawabannya: Tidak.

🔹 Pikiran bawah sadar tidak hanya menangkap kata terakhir, melainkan memproses keseluruhan makna dan emosi yang terkait dengan pernyataan tersebut.
🔹 Saat seseorang mengatakan "Saya tidak ingin cemas," maka yang terakses adalah emosi cemas itu sendiri, meskipun ada kata "tidak" di awalnya.
🔹 Dalam hipnoterapi, kita ingin memastikan bahwa memori dan emosi yang diakses adalah hal-hal yang ingin dicapai, bukan yang ingin dihindari.

Jadi, alasan mengapa outcome harus positif bukan karena kata terakhir yang lebih mudah direkam, tetapi karena fokus pikiran harus diarahkan ke tujuan, bukan masalah.


🔹 Apakah Ini Sama dengan Fenomena Anak yang Cenderung Memilih Pilihan Terakhir?

Sekarang, kita masuk ke pertanyaan tentang anak-anak yang lebih sering memilih opsi terakhir saat diberikan dua pilihan.

Jawabannya: Tidak Sama.

Fenomena ini terkait dengan konsep Primacy & Recency Effect dalam psikologi kognitif.

🔹 Primacy Effect – Informasi awal lebih diingat karena mendapat fokus lebih lama.
🔹 Recency Effect – Informasi terakhir lebih diingat karena lebih segar dalam ingatan.

Pada anak-anak, ada beberapa faktor yang membuat mereka sering memilih pilihan terakhir:
Efek Recency: Informasi terakhir lebih segar dalam ingatan mereka.
Beban Kognitif: Pilihan kedua lebih mudah diakses tanpa perlu mengingat ulang opsi pertama.
Perhatian & Fokus: Pilihan terakhir lebih menarik perhatian karena baru disebutkan.
Bias Persepsi: Pilihan terakhir terasa lebih "baru" dan lebih baik.

Namun, dalam WFO di hipnoterapi, kita tidak sedang memberikan dua pilihan seperti pada anak-anak. Kita hanya mengubah cara seseorang menyatakan tujuan mereka dengan bahasa yang lebih konstruktif, agar pikiran bawah sadar fokus pada solusi, bukan pada masalah.


🔹 Bagaimana Cara Memanfaatkan Konsep Ini dalam Hipnoterapi?

Meskipun Primacy & Recency Effect tidak berkaitan langsung dengan WFO, pemahaman ini tetap berguna dalam teknik komunikasi dan terapi.

Misalnya, jika ingin anak memilih opsi pertama, kita bisa menyebutkannya dua kali atau terakhir kali dengan penegasan, seperti:

🟢 "Mau es krim atau permen? Es krim enak, loh!"

Dengan strategi ini, anak lebih cenderung memilih es krim karena itu yang disebutkan terakhir dengan tambahan penegasan.

Dalam hipnoterapi, teknik ini bisa digunakan dalam pemberian sugesti, misalnya:

🟢 "Mulai sekarang, Anda merasa semakin percaya diri... dan lebih tenang dari sebelumnya."

Sugesti ini mengarahkan klien untuk merasakan perubahan positif secara bertahap, tanpa perlu membuat mereka memilih antara dua hal.


🔹 Kesimpulan

1️⃣ Mengapa WFO harus menggunakan kalimat positif?
Bukan karena kata terakhir yang selalu terekam, tetapi karena pikiran bawah sadar lebih mudah menangkap dan mewujudkan hal yang dinyatakan dalam bentuk positif.

2️⃣ Apakah ini sama dengan fenomena anak yang memilih pilihan terakhir?
Tidak sama. Itu adalah efek psikologis yang berbeda dan tidak berkaitan langsung dengan cara kerja pikiran bawah sadar dalam hipnoterapi.

3️⃣ Bagaimana cara menyusun outcome yang efektif?
Pastikan tujuan dinyatakan dengan jelas dalam bentuk positif, agar pikiran bawah sadar mengakses memori dan emosi yang mendukung pencapaian tujuan tersebut.


🔹 Diskusi Terus Berlanjut!

Gimana, Mas Mukhibudin dan teman-teman di Pokjar Advanced Maret 2025, menarik kan? 🤩

Diskusi seperti ini membuktikan bahwa belajar hipnoterapi tidak berhenti di kelas, tapi terus berkembang dalam komunitas alumni dan akses portal pembelajaran online Ruang Advanced.

Jika masih ada pertanyaan lain, lanjutkan diskusi di grup atau tanyakan di pertemuan Pokjar berikutnya! Semakin dalam kita memahami cara kerja pikiran bawah sadar, semakin efektif kita dalam membantu klien mencapai perubahan yang diinginkan.

🚀✨ Terus belajar, terus berkembang, dan terus eksplorasi!